
kawan (ya aku harus paksa diriku memanggilnya kawan)
aku tak pernah tau bagaimana hidup ini tanpa arahanmu
aku tak pernah mengenal bahagia tanpa tanganmu
bahkan aku tak pernah tau arti keluarga sebelum kau hadir
kawan (lagi2 aku harus memaksa tanganku mengetiknya)
aku bahkan tak pernah tau
apa yang harus kulakukan jika kau sedang tak ada
kawan (huff.. sungguh ini semakin berat)
aku hanya ingin berkata
bahwa aku tak pernah akan menutup hatiku
aku hanya mengaharapkan kau akan mengetuknya kembali
dengan caramu
kawan (apa aku harus memecahkan sebuah gelas untuk menahan air mataku?)
aku hanya ingin buatmu yakin
bahwa aku terus berlari
namun aku tak pernah harapkanmu lelah
aku berharap aku lah yang akan lelah
hingga aku kembali dapat melihatmu
atau mungkin
aku berharap aku lah yang akan lelah
untuk kemudian mencari air untuk menyejukkan dahagaku
walau aku.. kembali harus menurunkan harganya
namun bukan saat ini
aku sungguh lelah
namun aku belum ingin berhenti berlari
aku sungguh haus, namun aku masih cukup memiliki air
untuk menghapus dahagaku
untuk itu
aku hanya berharap
dan terus berharap
kau akan tau bagaimana mengejarku